Wednesday, April 23, 2025

Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith? – Ketika Ekonomi Tak Lagi Netral

Apa yang terlintas saat mendengar nama Adam Smith?

Kebanyakan dari kita akan mengingatnya sebagai Bapak Ekonomi Modern—pelopor ide “tangan tak terlihat” dan pasar bebas. Tapi Katrine Marçal, jurnalis asal Swedia, mengajak kita untuk mengajukan satu pertanyaan sederhana: Siapa yang memasak makan malamnya?

Pertanyaan ini bukan basa-basi. Ia adalah kritik tajam terhadap bagaimana ekonomi modern dibangun di atas asumsi yang maskulin dan seringkali melupakan kerja-kerja mendasar yang menopang kehidupan manusia: memasak, mengurus anak, merawat orang tua, hingga membersihkan rumah.

Isi Buku:

Buku “Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith?” membongkar mitos tentang homo economicus, yaitu sosok manusia ekonomi rasional, mandiri, dan kompetitif. Sosok ini sering dijadikan patokan dalam teori ekonomi, padahal, kata Marçal, dia tidak nyata. Ia tidak mencuci piring, tidak mengganti popok, tidak mengasuh anak, dan tentu saja, tidak memasak makan malam.

Marçal mengajak pembaca menelusuri bagaimana kontribusi perempuan dalam kerja domestik dan perawatan nyaris tak pernah dihitung dalam angka-angka ekonomi nasional. Padahal, tanpa itu semua, tidak akan ada tenaga kerja produktif di kantor maupun pabrik.

Gaya Penulisan dan Daya Tarik:

Gaya penulisan Marçal tergolong ringan namun tajam. Ia tidak menyajikan teori ekonomi dengan rumus atau grafik, melainkan lewat narasi, anekdot sejarah, hingga sindiran halus. Hal ini membuat buku ini bisa dinikmati oleh pembaca awam sekalipun, tanpa latar belakang ekonomi atau feminisme.

Kutipan Menarik:

“Homo Economicus tidak memasak makan malam. Ia hanya makan.”
– Katrine Marçal

Kenapa Buku Ini Menarik untuk Dibaca?

Buku ini relevan terutama di era pasca-pandemi, ketika dunia menyadari pentingnya kerja-kerja yang selama ini dianggap remeh. Dari tenaga kesehatan hingga ibu rumah tangga, peran mereka terbukti krusial dalam menopang sistem yang kita jalani.

Bagi yang tertarik dengan isu gender, ekonomi, dan politik keseharian, buku ini akan membuka perspektif baru. Bagi yang skeptis, buku ini tetap layak dibaca sebagai bahan refleksi dan diskusi.

Kesimpulan:

Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith? bukan hanya soal perempuan atau dapur. Ini soal bagaimana kita mendefinisikan kerja, nilai, dan kontribusi dalam masyarakat. Setuju atau tidak dengan isi bukunya, Marçal berhasil menyalakan diskusi penting yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Apa pendapatmu?
Sudah baca bukunya? Atau justru baru dengar hari ini?
Tulis komentarmu di bawah, kita diskusi bersama!

Sunday, February 16, 2025

The greatest challenge in life often lies not in what happens around us, but in what unfolds within us, our thoughts, emotions, and feelings. The constant battle between fear and faith, doubt and certainty, can be overwhelming. Yet, true peace is not found in the pursuit of external validation or fleeting pleasures, but in the serenity of the heart and mind, and in the tranquility that comes with sincere worship.

If this world is merely a brief stop on the journey to an eternal life in the hereafter, then there is no question that we must prepare for what awaits. Wealth, status, and recognition will fade, but the goodness we cultivate, the kindness we extend, and the faith we nurture will remain.

Therefore, live with wisdom and balance. Do not let the weight of the temporary overshadow the essence of the eternal. Embrace each moment with gratitude, walk your path with humility, and seek the peace that transcends this world, for in the end, this life is but a passage to something far greater.


Sunday, February 2, 2025

As we move forward in life, we begin to understand the true nature of those around us. People’s actions and intentions become clearer with time, yet we must remind ourselves not to hold expectations. Relying on others for validation or fairness can often lead to disappointment. Instead, embracing each experience with an open heart allows us to navigate life with grace and resilience.

No matter how others choose to act, our own growth should remain our priority. Their behavior is beyond our control, but our response is always within our power. By focusing on self-improvement and maintaining our integrity, we elevate ourselves beyond fleeting emotions and external circumstances, becoming stronger and wiser with each step forward.

Saturday, August 31, 2024

Kita dikasih kesempatan hidup di dunia, tentu bukan untuk diri kita sendiri. Rizki, tenaga, dan bahkan waktu yang kita miliki ada hak orang lain di dalamnya. Ketika semua kebutuhan kita sudah Allah cukupkan, kita juga diberikan kemudahan dan ketenangan untuk bisa beribadah, lalu apa lagi yang kita cari?. Hidup kita bukan hanya untuk kita. 

Berbagi, membantu orang lain, mendedikasikan diri untuk orang lain, semuanya bisa dilakukan dengan keikhlasan dan kepasrahan bahwa urusan dan kebutuhan kita akan Allah cukupkan. 

Tidak mudah merelakan apa yang kita punya untuk orang lain, tapi terus berusaha dengan baik adalah jalan yang memang harus dilewati. 

Allah Maha Adil, Allah Maha Kaya, Allah Maha Mengetahui segalanya, Allah akan cukupkan kita. 

Thursday, August 29, 2024

Just a random thought: some people make your day better without even knowing it.

Saturday, August 24, 2024

Dari mana akan kau dapatkan ketenangan jika dirimu adalah bentuk dari sebuah keriuhan dan ketidakaturan. Upaya-upaya yang keluar hanya untuk meredam kesia-siaan yang memang tidak memiliki ujung untuk dipangkas. Menjalar jauh dan kuat.  Menjadi simpul-simpul rumit yang susah diurai. 

Jika wujud aslimu adalah keramaian itu sendiri, maka mari rayakan bersamaku dalam sebuah pesta yang hanya dihadiri dua orang saja. Aku dan kamu, mari rayakan kekacauan ini dengan kembang api yang menyala, yang akan mengindahkan pandangan banyak orang di antara malam gelap.

Biar orang-orang itu melihat keindahan dari luarnya saja. Pesta itu, untuk kita berdua tanpa yang lain. 


23 Agustus 2024

Wednesday, October 4, 2023

Doll for Child

Social activities selalu bisa memberikan energi baik untuk saya tapi selama menjadi seorang karyawan, kegiatan semacam ini sulit sekali dilakukan karna keterbatasan waktu dan tenaga. Alasan itulah yang mendasari saya membuat wadah sendiri saat itu, wadah yang bisa saya gunakan kapanpun, Cahaya Nagari Project, tempat orang-orang sibuk yang masih ingin terus bisa melakukan hal baik untuk dirinya dan orang lain. Meskipun dampaknya belum signifikan, masih bergerak dari hal kecil dan terdekat tetapi CNP sudah sangat membantu mewujudkan mimpi-mimpi kecil saya.

Egois memang, karna apa yang dilakukan hanya berharap mendapatkan energi baik untuk diri sendiri. 

Selain Cahaya Nagari, crafting adalah hal yang menyenangkan untuk saya. Melatih saya untuk bisa mengolah emosi, mengatur sabar, dan meliarkan imajinasi baik. Mewujudkan keindahan dari panjangnya benang dan tali. Crafting pun memberikan energi baik dari setiap prosesnya dan dari bahagianya orang-orang dengan karya saya. Masih banyak perlu belajar karna masih banyak kurang di sana sini yang perlu diperbaiki agar bisa lebik lagi. 

Melalui dua hal menyenangkan inilah, Cahaya Nagari dan NC Craft, saya memulai untuk membuat hal manis kembali, Doll for Child. 

Doll for Child (DFC) adalah kampanye kecil yang didedikasikan untuk adik-adik baik yang kurang beruntung. Bersama Cahaya Nagari Project dan NC Craft, saya bermaksud untuk membuat boneka-boneka cantik yang bisa menjadi teman untuk adik-adik baik yang menggemaskan. More than just a doll, they're forever friend.

Saturday, April 15, 2023

Sepertinya akan menjadi hal yang sangat membosankan di usia sekarang berbicara soal "apa tujuan hidupmu?" atau "seberapa banyak temanmu sekarang?", sebab semakin berjalannya waktu dan bertambahnya usia, kita akan paham sendiri jawaban dari beberapa pertanyaan absurd itu. 

Dulu, beberapa hal terasa berat, tapi sekarang hal-hal itu terlihat seperti kerikil yang tidak ada nilainya sama sekali. Justru bagaimana cara menyikapinya adalah hal yang berharga, sebab pelajaran hidup kadang datangnya bisa saja hanya sekali. 

Dalam menjalani hidup yang sering banyak candanya ini, kudu siap berhadapan dengan tantangan yang datangnya tiba-tiba. Mau siap atau tidak, kalau memang sudah waktunya yaudah jalani aja. 

Selama masih menyandang status sebagai manusia, tidak apa-apa jika ada hal-hal yang salah dan tidak sesuai. Hal yang kudu dilakukan adalah berusaha sebaik mungkin. 

Ohh satu lagi, karna masih menjadi manusia, sesekali rubuh atau mleyot tidak apa-apa. Banyak orang akan memaklumi, paling tidak terwujud dalam kalimat "namanya juga manusia", begitu. Ehh tapi, pemakluman dari orang lain tidak begitu penting (meskipun kadang terpengaruh kan?) sebab damainya diri sendiri masih menempati tahta tertinggi.

Jadi, tidak perlu terlalu pusing dengan beberapa pertanyaan absurd dan cara menjalani hidup dengan baik, berusaha saja dengan baik dan gunakan pikiran, skill, serta tenaga yang dimiliki. Sisanya, semakin bertambahnya usia dan berjalannya waktu, akan muncul sendiri jawaban dari beberapa pertanyaan itu dan hasil dari apa-apa yang diupayakan.

Friday, April 7, 2023

Thank you for being my best friend for many years, I know you're the most annoying people but you always save me when I'm at my worst.


April 7th 2023

Thursday, March 30, 2023

Only for My Happiness

Menurunkan ekspektasi, kontrolnya ya di dalam diri sendiri. Kalau memang berada di lingkungan yang menurut kita kurang ideal, jangan berharap lebih. Cari aja hal yang bikin kita tumbuh dan merasa beruntung. Sisanya perlahan bertahan. 

Jangan gampang percaya sama siapapun, selesaikan kendala di depan mata dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Kalau masih kesusahan, yaa nyari bantuan. Jangan dipaksain tetep selesaiin sendiri, nyiksa diri sendiri itu namanya. Pun kalau dipaksa, bisa aja hasilnya malah buruk. Ada masanya butuh bantuan orang lain. Tapi balik lagi, nyari bantuan ya sama orang yg bisa dipercaya. ew~

Nolak dan bilang "enggak" itu hak. Pun banyak hal bisa slesai dengan diskusi, win win solution. Ukur kemampuan sendiri. Jangan apa-apa iya. Kalau nerima gitu aja, bisa aja karna orang lain anggep kita mampu makanya diminta ini itu tapi ternyata kemampuan kita belum sampai, ya bilang. 

Orang hidup yaa mutualisme, saling diuntungkan. Bukan satu sisi aja. Ohh iyaa, pastikan reward yang bakal kita terima sepadan sama effort yang kita keluarkan.

Kita merasa beruntung, bahagia, dan mampu itu kita sendiri yang tau. Jadi tidak ada yang salah di setiap keputusan asal bisa menemukan hal baik di sana.

Semua soal sudut pandang juga.

Apapun itu, setiap orang punya penilaian dan kemampuannya sendiri. Kamu begitu, menurutmu tidak salah, pun aku begini, menurutku tidak salah.

Temukan hal-hal baik, kalau memang nggak di sini ya di sana. 

Sunday, January 22, 2023

Hai Tuan

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Saya tidak pernah suka hal-hal ngoyo yang membuat diri saya terlalu lelah bahkan sakit. 

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Saya bahagia saat bangun pagi dan mendapati tumpukan benang yang warna-warni.

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Saya memang tidak pernah merasakan hal besar, tapi hal-hal kecil sangat membuat saya nyaman dan tentram.

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Jika Tuan tau, menyenangkan sekali menyiram bunga saat sore, ketika matahari masih sedikit hangat.

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Ingin sekali saya hidup di desa dengan ramah tamahnya.

Sekali lagi, hidup saya sangat sederhana, Tuan. Begitupun kehadiran saya untuk Tuan. Sangat sederhana, tanpa atribut apapun. 

Apakah Tuan nyaman dengan kesederhanaan ini?

17/12

Sunday, September 4, 2022

Pada Tanggal di Mana Hujan Sangat Deras

Pada suatu tanggal, hujan turun sangat deras. Membuat apa-apa yang ingin dikerjakan menjadi tertuda. Namun, di balik itu, ada hal lain yang terjadi, sebuah percakapan sederhana. Percakapan tentang apa-apa yang telah lampau diselesaikan, sedang dikerjakan, dan akan diraih. Percakapan yang membuat tidak sadar bahwa hujan sudah berhenti. Pada akhirnya, apa yang tertunda bisa dilanjutkan kembali, diselingi nostalgia yang sesekali jadi lelucon untuk bisa tertawa. 

Akupun tak tahu, seperti apa wujud bahagia yang sempurna, apakah memang dari hal-hal sederhana, hal-hal yang tidak sering terjadi, pertemuan yang jarang atau dari hal-hal besar dan luar biasa? Namun ada satu hal yang pasti, keberadaan sesuatu atau seseorang yang melengkapi bahagia itu sendiri adalah kesempurnaan yang sebenarnya. Sebab merasa kosong dan tak lengkap tak bisa menghadirkan kelegaan untuk tertawa lepas.

Pada tanggal di mana hujan sangat deras itu, aku berterimakasih sebab dia mampu membuat yang beku menjadi cair, yang buram menjadi jelas, dan yang biasa menjadi istimewa.

Sunday, April 17, 2022

Cart

Tahun 2018 adalah tahun pertama saya mendengarkan lagu Crying Out dari D.O. EXO. Tanpa tahu arti lirik dan wajah penyanyinya, saya menebak-nebak bahwa ini adalah lagu tentang patah hati karna rasanya terlampau sedih lagu ini jika didengarkan. Begitu cara saya menikmati lagu itu bertahun-tahun. Namun siang ini, entah kenapa, saya mencari lagu tersebut di Youtube dan mendapati bahwa lagu ini adalah original soundtrack dari sebuah film, Cart. Sungguh, dugaan saya salah besar, lagu ini bukan tentang patah hati karna kisah percintaan namun tentang bagaimana setiap orang terus percaya dengan sebuah harapan untuk bisa menjalani hari-hari yang melelahkan dan berat.

Cart rilis pada tahun 2014, sudah lama sekali pikir saya. Saat itu juga saya memutuskan untuk menonton kisah tentang pekerja itu. Baru beberapa menit berjalan, saya merasakan kesedihan yang dirasakan para pekerja yang dipaksa tunduk oleh keadaan yang merugikan mereka. Orang-orang bawah, yang diperlakukan tidak manusiawi dan dianggap mudah disingkirkan. Namun mereka tidak menyerah begitu saja.

Cart berkisah tentang pemogokan kerja oleh pekerja kontrak di sebuah supermarket, The Mart. Alasan mereka melakukan pemogokan kerja karena mereka akan diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan. Pemutusan hubungan kerja ini juga dirasakan oleh Sun Hee, salah satu pekerja dengan performa terbaik dan dijanjikan mendapakan promosi. Alih-alih menjadi pegawai tetap, Sun Hee justru menjadi salah satu pekerja yang diberhentikan. 

Pada film ini terlihat sekali character development dari Sun Hee. Dia yang awalnya hanya menjadi pekerja yang patuh dan pemalu, bisa berubah menjadi seseorang yang berani dan memimpin perlawanan.

Selama aksi pemogokan kerja, banyak sekali kisah di film ini yang berhasil membuat saya tidak tahan untuk tidak menangis. Para pekerja saling berbagi cerita, saling menyemangati dan saling menghibur. Sesekali mereka juga bernyanyi bersama. Sesekali juga mereka diperlakukan kasar oleh polisi dan perusahaan. Seperti di lirik terakhir lagu Crying Out ini:

Apa kau bisa mendengar tangisan kesedihan kami?
yang kami tahan sepanjang hari
Meskipun kegelapan menyapa ketika kami tengah berjalan
Kita bergandengan tangan dan selalu bersama

Cart bukan hanya berkisah tentang pemogokan kerja saja, namun juga kehidupan sosial dari pekerja tersebut. Salah satunya adalah kisah tentang Sun Hee dan anaknya, Tae Young, yang diperankan oleh D.O. EXO. Dikisahkan Tae Young adalah seorang anak SMA yang kecewa dengan ibunya sendiri. Kekecewaan Tae Young ini didasari karna Sun Hee tidak bisa memenuhi beberapa kebutuhannya.

Namun kekecewaan Tae Young ini hilang setelah dia menjadi pegawai part time di sebuah minimarket dan terjadi sebuah insiden di sana. Tae Young menjadi sadar dan paham bagaimana keadaan ibunya saat ini.

Akhir film ini hanya ditunjukkan dengan para pekerja yang masih tetap melakukan perlawanan.

Film ini digarap berdasarkan kisah nyata, bisa cek di link ini untuk sedikit informasinya.

Cart berhasil membuat saya semakin melek dengan hal-hal seperti ini. Berhasil membuat saya menangis dengan kisah para pekerjanya, saya jarang sekali menangis karna film. Cart juga berhasil membuat saya menulis sedikit catatan tentang film ini. Dan terakhir, Cart berhasil membuat saya semakin menyukai lagi Crying Out.

Monday, December 6, 2021

The Midnight Library

The Midnight Library by Matt Haig. Saya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk menyelesaikan buku setebal 367 halaman ini. Kadang saya harus mencerna beberapa kalimat untuk menjadi renungan diri sendiri. 

Buku fiksi jelas kadang tak masuk di akal -dulu saya pernah tak suka buku fiksi- tapi, belakangan, fiksi tenyata punya sisi magis "menyadarkan" manusia yang tidak waras dengan cara yang tak normal. Gila sekali.

Mungkin persamaan sebagian dari kita dengan Nora adalah pernah merasakan lelah untuk hidup -ingin mati- dan segala sesuatunya menjadi lebih buruk setiap harinya. Tidak memiliki harapan sama sekali. Kosong. Menyebalkan. Kehidupan yang sialan.

Namun Nora bisa melalui masa sulit itu dan memilih untuk hidup setelah dia diberi kesempatan "mengintip" kehidupannya yang lain melalui Perpustakaan Tengah Malam dan melenyapkan penyesalan-penyesalannya di masa lalu.

Lalu bagaimana dengan kehidupan nyata di luar buku ini? Bagaimana dengan orang-orang yang sudah lelah hidup? yang tidak tahu apa yang akan berubah di kehidupannya jika mereka membuat pilihan yang berbeda, ketidaktahuan inilah bedanya. Perbedaan antara Nora Seed dengan sebagian dari kita. Dan ketidaktahuan kita tentang kehidupan yang kadang berat. Namun rasanya perbedaan ini terjawab dalam satu kutipan;

"Kau tidak perlu mengerti kehidupan. Kau hanya perlu menjalaninya." halaman 359

Walaupun mungkin tidak ada The Midnight Library, atau sejenisnya, di kehidupan nyata tapi kita harus yakin bahwa ini adalah kehidupan terbaik yang harus kita jalani dengan baik. Teruslah menyalakan harapan.

Jika disederhanakan mungkin saya bisa bilang bahwa buku ini mengajarkan kita tentang melihat kehidupan yang sama dengan cara yang berbeda. 

"Menarik, renungnya, bagaimana hidup terkadang memberimu perspektif yang sama sekali baru dengan menunggu cukup lama bagimu untuk melihatnya."  halaman 356.

Kadang kita terlalau buru-buru mengutuk kehidupan kita menyebalkan padahal bisa saja sebaliknya.

Dan satu hal lagi, jangan hidup untuk mimpi orang lain. Kita tidak bisa membuat bahagia semua orang dalam waktu yang sama.

Semenyebalkan apapun hidup kita, tetaplah memilih untuk hidup.

Friday, December 3, 2021

Sebagian orang tenang dengan hal-hal sederhana. Bahkan hal-hal konyol yang mereka sendiri tak pandai melakukannya. Sebab yang mereka cari bukan pengakuan dari orang lain, melainkan kepuasan dan kegembiraan yang mereka rayakan di dalam diri mereka sendiri.

Monday, November 29, 2021

Volts

"Mereka memiliki penyesalan-penyesalan. Beberapa berpikir mereka akan lebih baik mati tetapi juga punya hasrat untuk hidup sebagai versi lain dari diri mereka sendiri."


The Midnight Library halaman 191

***
Sesekali pernah berpikir, bagaimana jika The Midnight Library benar-benar ada, atau setidaknya dalam bentuk yang lain. Melihat dan mencoba kehidupan yang mungkin saja terlewat karna memilih pilihan lain di masa lalu. Apa bisa semua penyesalan-penyesalan yang bertumpuk bisa satu per satu hilang? Lalu bisa tenang menjalani kehidupan yang lembut, yang men(y)enangkan.

Seperti Nora Seed yang tak lagi menyesal karna Voltaire, kucingnya yg malang, mati.

Nora kira dia tidak becus memilihara kucing tabby orange itu. Sampai ketika berada di The Midnight Library dia ingin menjalani kehidupan di mana Volts hidup, di mana dia menjaga Volts dengan baik di rumah, kehidupan di mana dia tidak ingin bunuh diri.

Namun kehidupan di mana Volts tetap hidup tidak ada. Volts tetap mati meskipun dia jaga dengan baik. Sejak lahir ternyata Volts memiliki penyakit, kardiomiopati restriktif akut, yang membuat jantungnya berhenti berdetak pada usia muda.

Dan ternyata, di kehidupan akar Nora, Volts hidup lebih lama daripada hampir semua kehidupan lainnya. Tahun di mana Nora memelihara Volts adalah tahun terbaik bagi Volts. Di kehidupan lain Volts, hidupnya tak lebih baik saat dipelihara Nora di kehidupan akarnya. Nora sudah menjaga Volts sebaik yang dia bisa. Volts menyayangi Nora sebesar Nora menyayanginya.

Kucing tahu kapan dia akan mati, Volts keluar karna dia tau dia akan mati dan tidak ingin mati di depan Nora.

Saat itu Nora mengambil kesimpulan yg salah hanya karna Ash, teman minumnya bertahun-tahun lalu, mengatakan Volts mati tertabrak mobil dan kucing yang mati di jalanan kemungkinan mati karna jalanan. Padahal tidak ada luka apapun di tubuh Volts.

Volts yg malang. Penyesalan karna tidak becus menjaga Volts pun hilang.

"Satu-satunya cara untuk belajar adalah hidup"

Kadang kita pikir kehidupan kita menyebalkan dan buruk padahal bisa saja ini adalah kehidupan terbaik yang bisa kita jalani di antara banyaknya kemungkinan yang akan terjadi. Ketidaktahuan kita tentang kehidupan kadang memperburuk semuanya.

Sunday, October 17, 2021

Saturday, October 16, 2021

Ada satu tempat yang selalu membuatku merasa jauh lebih takut. Bahkan sedikit suara yang tidak jelas asalnya bisa berhasil membuat jantungku bekerja lebih cepat. Suara tangisan juga bisa berubah menjadi suara yang mengerikan. Meskipun begitu, ketika aku tidak ada di sana, aku selalu khawatir, bagaimana keadaan dan situasi di sana. Ingin pergi tapi tidak bisa.

Friday, October 1, 2021

 Kalau hidup kamu udah berat karna banyak hal sulit terjadi, yaudah.

Wednesday, August 11, 2021

Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith? – Ketika Ekonomi Tak Lagi Netral

Apa yang terlintas saat mendengar nama Adam Smith? Kebanyakan dari kita akan mengingatnya sebagai Bapak Ekonomi Modern —pelopor ide “tangan...