Apa yang terlintas saat mendengar nama Adam Smith?
Kebanyakan dari kita akan mengingatnya sebagai Bapak Ekonomi Modern—pelopor ide “tangan tak terlihat” dan pasar bebas. Tapi Katrine Marçal, jurnalis asal Swedia, mengajak kita untuk mengajukan satu pertanyaan sederhana: Siapa yang memasak makan malamnya?
Pertanyaan ini bukan basa-basi. Ia adalah kritik tajam terhadap bagaimana ekonomi modern dibangun di atas asumsi yang maskulin dan seringkali melupakan kerja-kerja mendasar yang menopang kehidupan manusia: memasak, mengurus anak, merawat orang tua, hingga membersihkan rumah.
Isi Buku:
Buku “Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith?” membongkar mitos tentang homo economicus, yaitu sosok manusia ekonomi rasional, mandiri, dan kompetitif. Sosok ini sering dijadikan patokan dalam teori ekonomi, padahal, kata Marçal, dia tidak nyata. Ia tidak mencuci piring, tidak mengganti popok, tidak mengasuh anak, dan tentu saja, tidak memasak makan malam.
Marçal mengajak pembaca menelusuri bagaimana kontribusi perempuan dalam kerja domestik dan perawatan nyaris tak pernah dihitung dalam angka-angka ekonomi nasional. Padahal, tanpa itu semua, tidak akan ada tenaga kerja produktif di kantor maupun pabrik.
Gaya Penulisan dan Daya Tarik:
Gaya penulisan Marçal tergolong ringan namun tajam. Ia tidak menyajikan teori ekonomi dengan rumus atau grafik, melainkan lewat narasi, anekdot sejarah, hingga sindiran halus. Hal ini membuat buku ini bisa dinikmati oleh pembaca awam sekalipun, tanpa latar belakang ekonomi atau feminisme.
Kutipan Menarik:
“Homo Economicus tidak memasak makan malam. Ia hanya makan.”
– Katrine Marçal
Kenapa Buku Ini Menarik untuk Dibaca?
Buku ini relevan terutama di era pasca-pandemi, ketika dunia menyadari pentingnya kerja-kerja yang selama ini dianggap remeh. Dari tenaga kesehatan hingga ibu rumah tangga, peran mereka terbukti krusial dalam menopang sistem yang kita jalani.
Bagi yang tertarik dengan isu gender, ekonomi, dan politik keseharian, buku ini akan membuka perspektif baru. Bagi yang skeptis, buku ini tetap layak dibaca sebagai bahan refleksi dan diskusi.
Kesimpulan:
Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith? bukan hanya soal perempuan atau dapur. Ini soal bagaimana kita mendefinisikan kerja, nilai, dan kontribusi dalam masyarakat. Setuju atau tidak dengan isi bukunya, Marçal berhasil menyalakan diskusi penting yang tak bisa diabaikan begitu saja.
Apa pendapatmu?
Sudah baca bukunya? Atau justru baru dengar hari ini?
Tulis komentarmu di bawah, kita diskusi bersama!