Aku membuat garis untuk setiap luapan sabar. Jika kamu dan kamu belum menyentuh batas itu, mungkin kita masih bisa tertawa bersama. Tapi, jika sudah tersentuh garis itu, bisa saja kamu dan kamu lenyap dari pandanganku. Aku anggap keberadaan kamu dan kamu tidak ada. Bicaramu tak ku dengar, tingkahmu tak ku lihat. Hilang.
Saturday, October 3, 2020
Subscribe to:
Posts (Atom)
Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith? – Ketika Ekonomi Tak Lagi Netral
Apa yang terlintas saat mendengar nama Adam Smith? Kebanyakan dari kita akan mengingatnya sebagai Bapak Ekonomi Modern —pelopor ide “tangan...
-
As we move forward in life, we begin to understand the true nature of those around us. People’s actions and intentions become clearer with t...
-
Aku kangen karo konco-koncoku, tapi mereka ora. Dadi aku sebel, youis dinengke wae. - Windi
-
Aku menunggu sebuah kembang mekar, di tengah ladang tandus yang sedikit berangin. Akal boleh menyangkal tapi hati tau diri. Aku yakin akan a...