Saturday, October 3, 2020

Aku membuat garis untuk setiap luapan sabar. Jika kamu dan kamu belum menyentuh batas itu, mungkin kita masih bisa tertawa bersama. Tapi, jika sudah tersentuh garis itu, bisa saja kamu dan kamu lenyap dari pandanganku. Aku anggap keberadaan kamu dan kamu tidak ada. Bicaramu tak ku dengar, tingkahmu tak ku lihat. Hilang.

No comments:

Post a Comment

Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith? – Ketika Ekonomi Tak Lagi Netral

Apa yang terlintas saat mendengar nama Adam Smith? Kebanyakan dari kita akan mengingatnya sebagai Bapak Ekonomi Modern —pelopor ide “tangan...