Sunday, January 22, 2023

Hai Tuan

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Saya tidak pernah suka hal-hal ngoyo yang membuat diri saya terlalu lelah bahkan sakit. 

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Saya bahagia saat bangun pagi dan mendapati tumpukan benang yang warna-warni.

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Saya memang tidak pernah merasakan hal besar, tapi hal-hal kecil sangat membuat saya nyaman dan tentram.

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Jika Tuan tau, menyenangkan sekali menyiram bunga saat sore, ketika matahari masih sedikit hangat.

Hidup saya sangat sederhana, Tuan. Ingin sekali saya hidup di desa dengan ramah tamahnya.

Sekali lagi, hidup saya sangat sederhana, Tuan. Begitupun kehadiran saya untuk Tuan. Sangat sederhana, tanpa atribut apapun. 

Apakah Tuan nyaman dengan kesederhanaan ini?

17/12

Sunday, September 4, 2022

Pada Tanggal di Mana Hujan Sangat Deras

Pada suatu tanggal, hujan turun sangat deras. Membuat apa-apa yang ingin dikerjakan menjadi tertuda. Namun, di balik itu, ada hal lain yang terjadi, sebuah percakapan sederhana. Percakapan tentang apa-apa yang telah lampau diselesaikan, sedang dikerjakan, dan akan diraih. Percakapan yang membuat tidak sadar bahwa hujan sudah berhenti. Pada akhirnya, apa yang tertunda bisa dilanjutkan kembali, diselingi nostalgia yang sesekali jadi lelucon untuk bisa tertawa. 

Akupun tak tahu, seperti apa wujud bahagia yang sempurna, apakah memang dari hal-hal sederhana, hal-hal yang tidak sering terjadi, pertemuan yang jarang atau dari hal-hal besar dan luar biasa? Namun ada satu hal yang pasti, keberadaan sesuatu atau seseorang yang melengkapi bahagia itu sendiri adalah kesempurnaan yang sebenarnya. Sebab merasa kosong dan tak lengkap tak bisa menghadirkan kelegaan untuk tertawa lepas.

Pada tanggal di mana hujan sangat deras itu, aku berterimakasih sebab dia mampu membuat yang beku menjadi cair, yang buram menjadi jelas, dan yang biasa menjadi istimewa.

Sunday, April 17, 2022

Cart

Tahun 2018 adalah tahun pertama saya mendengarkan lagu Crying Out dari D.O. EXO. Tanpa tahu arti lirik dan wajah penyanyinya, saya menebak-nebak bahwa ini adalah lagu tentang patah hati karna rasanya terlampau sedih lagu ini jika didengarkan. Begitu cara saya menikmati lagu itu bertahun-tahun. Namun siang ini, entah kenapa, saya mencari lagu tersebut di Youtube dan mendapati bahwa lagu ini adalah original soundtrack dari sebuah film, Cart. Sungguh, dugaan saya salah besar, lagu ini bukan tentang patah hati karna kisah percintaan namun tentang bagaimana setiap orang terus percaya dengan sebuah harapan untuk bisa menjalani hari-hari yang melelahkan dan berat.

Cart rilis pada tahun 2014, sudah lama sekali pikir saya. Saat itu juga saya memutuskan untuk menonton kisah tentang pekerja itu. Baru beberapa menit berjalan, saya merasakan kesedihan yang dirasakan para pekerja yang dipaksa tunduk oleh keadaan yang merugikan mereka. Orang-orang bawah, yang diperlakukan tidak manusiawi dan dianggap mudah disingkirkan. Namun mereka tidak menyerah begitu saja.

Cart berkisah tentang pemogokan kerja oleh pekerja kontrak di sebuah supermarket, The Mart. Alasan mereka melakukan pemogokan kerja karena mereka akan diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan. Pemutusan hubungan kerja ini juga dirasakan oleh Sun Hee, salah satu pekerja dengan performa terbaik dan dijanjikan mendapakan promosi. Alih-alih menjadi pegawai tetap, Sun Hee justru menjadi salah satu pekerja yang diberhentikan. 

Pada film ini terlihat sekali character development dari Sun Hee. Dia yang awalnya hanya menjadi pekerja yang patuh dan pemalu, bisa berubah menjadi seseorang yang berani dan memimpin perlawanan.

Selama aksi pemogokan kerja, banyak sekali kisah di film ini yang berhasil membuat saya tidak tahan untuk tidak menangis. Para pekerja saling berbagi cerita, saling menyemangati dan saling menghibur. Sesekali mereka juga bernyanyi bersama. Sesekali juga mereka diperlakukan kasar oleh polisi dan perusahaan. Seperti di lirik terakhir lagu Crying Out ini:

Apa kau bisa mendengar tangisan kesedihan kami?
yang kami tahan sepanjang hari
Meskipun kegelapan menyapa ketika kami tengah berjalan
Kita bergandengan tangan dan selalu bersama

Cart bukan hanya berkisah tentang pemogokan kerja saja, namun juga kehidupan sosial dari pekerja tersebut. Salah satunya adalah kisah tentang Sun Hee dan anaknya, Tae Young, yang diperankan oleh D.O. EXO. Dikisahkan Tae Young adalah seorang anak SMA yang kecewa dengan ibunya sendiri. Kekecewaan Tae Young ini didasari karna Sun Hee tidak bisa memenuhi beberapa kebutuhannya.

Namun kekecewaan Tae Young ini hilang setelah dia menjadi pegawai part time di sebuah minimarket dan terjadi sebuah insiden di sana. Tae Young menjadi sadar dan paham bagaimana keadaan ibunya saat ini.

Akhir film ini hanya ditunjukkan dengan para pekerja yang masih tetap melakukan perlawanan.

Film ini digarap berdasarkan kisah nyata, bisa cek di link ini untuk sedikit informasinya.

Cart berhasil membuat saya semakin melek dengan hal-hal seperti ini. Berhasil membuat saya menangis dengan kisah para pekerjanya, saya jarang sekali menangis karna film. Cart juga berhasil membuat saya menulis sedikit catatan tentang film ini. Dan terakhir, Cart berhasil membuat saya semakin menyukai lagi Crying Out.

Monday, December 6, 2021

The Midnight Library

The Midnight Library by Matt Haig. Saya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk menyelesaikan buku setebal 367 halaman ini. Kadang saya harus mencerna beberapa kalimat untuk menjadi renungan diri sendiri. 

Buku fiksi jelas kadang tak masuk di akal -dulu saya pernah tak suka buku fiksi- tapi, belakangan, fiksi tenyata punya sisi magis "menyadarkan" manusia yang tidak waras dengan cara yang tak normal. Gila sekali.

Mungkin persamaan sebagian dari kita dengan Nora adalah pernah merasakan lelah untuk hidup -ingin mati- dan segala sesuatunya menjadi lebih buruk setiap harinya. Tidak memiliki harapan sama sekali. Kosong. Menyebalkan. Kehidupan yang sialan.

Namun Nora bisa melalui masa sulit itu dan memilih untuk hidup setelah dia diberi kesempatan "mengintip" kehidupannya yang lain melalui Perpustakaan Tengah Malam dan melenyapkan penyesalan-penyesalannya di masa lalu.

Lalu bagaimana dengan kehidupan nyata di luar buku ini? Bagaimana dengan orang-orang yang sudah lelah hidup? yang tidak tahu apa yang akan berubah di kehidupannya jika mereka membuat pilihan yang berbeda, ketidaktahuan inilah bedanya. Perbedaan antara Nora Seed dengan sebagian dari kita. Dan ketidaktahuan kita tentang kehidupan yang kadang berat. Namun rasanya perbedaan ini terjawab dalam satu kutipan;

"Kau tidak perlu mengerti kehidupan. Kau hanya perlu menjalaninya." halaman 359

Walaupun mungkin tidak ada The Midnight Library, atau sejenisnya, di kehidupan nyata tapi kita harus yakin bahwa ini adalah kehidupan terbaik yang harus kita jalani dengan baik. Teruslah menyalakan harapan.

Jika disederhanakan mungkin saya bisa bilang bahwa buku ini mengajarkan kita tentang melihat kehidupan yang sama dengan cara yang berbeda. 

"Menarik, renungnya, bagaimana hidup terkadang memberimu perspektif yang sama sekali baru dengan menunggu cukup lama bagimu untuk melihatnya."  halaman 356.

Kadang kita terlalau buru-buru mengutuk kehidupan kita menyebalkan padahal bisa saja sebaliknya.

Dan satu hal lagi, jangan hidup untuk mimpi orang lain. Kita tidak bisa membuat bahagia semua orang dalam waktu yang sama.

Semenyebalkan apapun hidup kita, tetaplah memilih untuk hidup.

Friday, December 3, 2021

Sebagian orang tenang dengan hal-hal sederhana. Bahkan hal-hal konyol yang mereka sendiri tak pandai melakukannya. Sebab yang mereka cari bukan pengakuan dari orang lain, melainkan kepuasan dan kegembiraan yang mereka rayakan di dalam diri mereka sendiri.

Monday, November 29, 2021

Volts

"Mereka memiliki penyesalan-penyesalan. Beberapa berpikir mereka akan lebih baik mati tetapi juga punya hasrat untuk hidup sebagai versi lain dari diri mereka sendiri."


The Midnight Library halaman 191

***
Sesekali pernah berpikir, bagaimana jika The Midnight Library benar-benar ada, atau setidaknya dalam bentuk yang lain. Melihat dan mencoba kehidupan yang mungkin saja terlewat karna memilih pilihan lain di masa lalu. Apa bisa semua penyesalan-penyesalan yang bertumpuk bisa satu per satu hilang? Lalu bisa tenang menjalani kehidupan yang lembut, yang men(y)enangkan.

Seperti Nora Seed yang tak lagi menyesal karna Voltaire, kucingnya yg malang, mati.

Nora kira dia tidak becus memilihara kucing tabby orange itu. Sampai ketika berada di The Midnight Library dia ingin menjalani kehidupan di mana Volts hidup, di mana dia menjaga Volts dengan baik di rumah, kehidupan di mana dia tidak ingin bunuh diri.

Namun kehidupan di mana Volts tetap hidup tidak ada. Volts tetap mati meskipun dia jaga dengan baik. Sejak lahir ternyata Volts memiliki penyakit, kardiomiopati restriktif akut, yang membuat jantungnya berhenti berdetak pada usia muda.

Dan ternyata, di kehidupan akar Nora, Volts hidup lebih lama daripada hampir semua kehidupan lainnya. Tahun di mana Nora memelihara Volts adalah tahun terbaik bagi Volts. Di kehidupan lain Volts, hidupnya tak lebih baik saat dipelihara Nora di kehidupan akarnya. Nora sudah menjaga Volts sebaik yang dia bisa. Volts menyayangi Nora sebesar Nora menyayanginya.

Kucing tahu kapan dia akan mati, Volts keluar karna dia tau dia akan mati dan tidak ingin mati di depan Nora.

Saat itu Nora mengambil kesimpulan yg salah hanya karna Ash, teman minumnya bertahun-tahun lalu, mengatakan Volts mati tertabrak mobil dan kucing yang mati di jalanan kemungkinan mati karna jalanan. Padahal tidak ada luka apapun di tubuh Volts.

Volts yg malang. Penyesalan karna tidak becus menjaga Volts pun hilang.

"Satu-satunya cara untuk belajar adalah hidup"

Kadang kita pikir kehidupan kita menyebalkan dan buruk padahal bisa saja ini adalah kehidupan terbaik yang bisa kita jalani di antara banyaknya kemungkinan yang akan terjadi. Ketidaktahuan kita tentang kehidupan kadang memperburuk semuanya.

Sunday, October 17, 2021

Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith? – Ketika Ekonomi Tak Lagi Netral

Apa yang terlintas saat mendengar nama Adam Smith? Kebanyakan dari kita akan mengingatnya sebagai Bapak Ekonomi Modern —pelopor ide “tangan...