kamu pintar bernarasi
membuatku merasakan
dan membayangkan
apa yang kamu alami
meski temu belum beradu
melalui kata,
kamu ada di hadapku
Aku membuat garis untuk setiap luapan sabar. Jika kamu dan kamu belum menyentuh batas itu, mungkin kita masih bisa tertawa bersama. Tapi, jika sudah tersentuh garis itu, bisa saja kamu dan kamu lenyap dari pandanganku. Aku anggap keberadaan kamu dan kamu tidak ada. Bicaramu tak ku dengar, tingkahmu tak ku lihat. Hilang.
Kalau ada yang tanya, apa definisi seorang perempuan pastilah dalam setiap kepala manusia ada banyak persamaan dan perbedaan tentang penjelasannya. Aku bilang salah satu hal penting yang harus dimiliki seorang perempuan adalah "iso ngerumat", ngerumat diri sendiri dan orang lain. Persoalan merawat diri sendiri bisa diperluas artinya, merawat hati, pikiran, perbuatan, pun cara berpakaian. Merawat orang lain maksudnya adalah merawat sebuah hubungan baik dengan kehangatan yang dimilikinya, dengan tutur kata yang baik, dan dengan tata krama yang baik pula. Selain itu, tentu saja harus pandai merawat orang tua dan merawat keluarga dengan ikhlas. Untuk yang sudah bersuami tentu ada seorang lagi yang harus dirumat.
Menjadi perempuan itu punya banyak tanggung jawab. Tanggung jawab di tempat kerja pun di rumah. Menjadi perempuan harus punya hati yang luas, agar bisa menampung segala keluh kesah dan emosi yang baik pun buruk dari dalam dirinya, agar yang keluar tetaplah hal baik.
Menjadi perempuan adalah sebuah pemberian yang harus disyukuri. Setiap apa yang ada di dalam dirinya pastilah memiliki sesuatu arti.
Dan aku masih harus sangat belajar untuk bisa ngerumat dan menjadi lebih baik setiap harinya.
Islam sangat memuliakan wanita, bahkan nama seorang wanita pun diabadikan dalam salah satu surah Al Quran, Maryam, seorang wanita suci.
Menjadi wanita adalah hal yang patut disyukuri. Wanita memiliki peran dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Beberapa dari mereka bisa melakukan banyak hal dalam sekali waktu. Seiring mereka terus bergerak dan melatih dirinya, kapasitasnya pun semakin meningkat.
Wanita yang terus bergerak dan meningkatkan kapasitasnya, tentu bisa memberdayakan diri sendiri dan orang lain. Pada akhirnya wanita memiliki peran untuk bisa turut membantu orang lain.
Wanita dan laki-laki, masing-masing tentu memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat sesuatu. Mereka pun memiliki beberapa peran yang tidak bisa saling digantikan. Masing-masing memiliki porsinya sendiri.
Menjadi wanita berarti memiliki kesempatan untuk mendidik setiap keturunannya, karena "Al-Ummu madrasatul ula". Wanita pun dengan segala sifat yang mereka miliki, bisa menjadi penentram anak-anaknya kelak.
***
"Pada mulanya, Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam a.s. yang bengkok. Tulang rusuk yang bengkok itu bersifat keras tapi mudah patah." (Dear Allah, Jadikan Aku Muslimah Salehah, halaman 70).
Apa yang terlintas saat mendengar nama Adam Smith? Kebanyakan dari kita akan mengingatnya sebagai Bapak Ekonomi Modern —pelopor ide “tangan...