Jadilah seseorang yang selalu ada untuk orang lain, meskipun kesiapanmu untuk membantu tak terlihat olehnya, yang penting kamu selalu ada. Jadilah orang yang bermanfaat, kalaupun belum bisa, jangan sampai menyusahkan orang lain. Kalau kamu sedang merasa dikecewakan oleh orang lain, ingatlah kebaikan-kebaikannya, hilangkan rasa kecewamu dengan mengingat yang baik. Hatimu berhak damai. Kalau kamu tidak suka perlakuan orang lain atasmu, maka perlakukan dia lebih baik dari yang dia berikan untukmu. Balas dendam yang paling baik adalah dengan berperilaku baik, tapi jangan sampai terlewat batas. Diri sendiri adalah orang pertama yang harus diselamatkan. Teruslah melakukan yang terbaik, ajak orang yang kamu cintai untuk turut berbuat baik. Menanam yang baik, yang dituai juga baik. Begitukan kata bijak menyampaikan. Apapun itu bersabarlah, semuanya hanya persoalan waktu. Waktu selalu memiliki moment yang tepat untuk membalas setiap perilaku. Berlapang hati atas hal yang tidak menyenangkan yang kamu dapatkan dari orang lain. Karena hati yang luas tidak akan mudah merasakan sesak.
Thursday, April 28, 2016
Subscribe to:
Comments (Atom)
Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith? – Ketika Ekonomi Tak Lagi Netral
Apa yang terlintas saat mendengar nama Adam Smith? Kebanyakan dari kita akan mengingatnya sebagai Bapak Ekonomi Modern —pelopor ide “tangan...
-
Apa yang terlintas saat mendengar nama Adam Smith? Kebanyakan dari kita akan mengingatnya sebagai Bapak Ekonomi Modern —pelopor ide “tangan...
-
Aku membuat garis untuk setiap luapan sabar. Jika kamu dan kamu belum menyentuh batas itu, mungkin kita masih bisa tertawa bersama. Tapi, ji...
-
Dari mana akan kau dapatkan ketenangan jika dirimu adalah bentuk dari sebuah keriuhan dan ketidakaturan. Upaya-upaya yang keluar hanya untuk...